Wednesday, August 15, 2012

Bedah Foto: Tetesan Air (water droplet)


Pernah denger nama Alex Koloskov? Dia itu fotografer yang jago membuat foto-foto dari benda cair (bisa air, cat, susu dll) atau lebih sering disebut liquid photography. Foto saya memang blm se-Wow punya Alex Koloskov, namun saya berusaha sebisa mungkin membuat foto tetesan air dengan baik dan dengan peralatan sederhana.


Tidak perlu membuat foto tetesan air di dalam studio, cukup di dapur anda dan sangat bisa disambi masak :).. Alat-alat yang dibutuhkan adalah:
  1. Kamera (tentu saja)
  2. Lensa, bisa tele, bisa lensa 50mm, bisa lensa kit, lensa macro juga boleh.
  3. Tripod
  4. Flash
  5. 2 buah Panci
  6. Mangkok atau piring
  7. Termos (sudah berisi air)
  8. Alumunium foil
  9. Telenan (alas buat motong sayur), bahasa Indonesianya apa ya?? 
  10. Gelas plastik
  11. jarum
  12. Air putih
Ribet ama sihhh alat-alatnya? Bukan maksud membuat bingung, namun itulah alat-alat yang saya gunakan apa adanya. Jangan resah jangan bimbang, mari kita bedah foto saya diatas:

Langkah pertama:
Membuat lubang kecil di tengah-tengah gelas plastik, saya sarankan dilubangi pake jarum saja biar lubangnya kecil sekali, mengapa? Untuk menghasilkan tetesan air yang konstan dan jatuhnya air tidak terlalu cepat.

Langkah kedua:
Menyiapkan medan tempur. Lokasi yang saya pilih adalah dapur, lebih spesifik adalah korah-korahan (Arghhhh, maaf ndak tahu bahasa Indonesianya). Ini dia penampakan medan tempur saya:
Bukan sulap bukan sihir, dapur pun bisa menjadi studio dadakan.

Langkah ketiga:
Letakkan piring berisi air (jangan terlalu penuh) seperti ilustrasi. Pasang kamera pada tripod, lalu mendekat dan fokuskan pada titik dimana air akan jatuh. Jika susah mendapat fokus, letakkan sendok di tengah piring, lalu fokuskan sedekat mungkin (maksimalkan minimum distance lensa anda). Jika sudah fokus ganti mode manual fokus aja biar kekunci fokusnya.

Setting kamera pada Mode Manual, foto saya itu menggunakan ISO 100, f/4.0, Speed 1/200, intensitas flash pada 1/64 (tergantung jenis flash, saya menggunakan 580ExII). Flash diarahkan ke background (alumunium foil yang udah diremas-remas). Saya tidak menggunakan trigger karena kamera saya bisa strobist. Jika perlu anda bisa memancing flash anda dengan trigger. Setting WB ke Fluro untuk mendapat nuansa kebiru-biruan.

Begitu gelas diisi air, maka tetesan air akan jatuh berirama. Motretnya juga harus seirama dengan jatuhnya air. Dari berpuluh-puluh jepretan saya, hanya 10% yang terlihat bagus. Perlu dicoba lagi dan lagi. 
Anda juga bisa melakukan eksperimen sebagai berikut:
- Coba cairan lain
- Ubah tinggi jatuhnya air
- Ubah diafragma
- Gunakan speed rendah

Kesimpulan
Tetap semangat mencoba berkarya dari hal yang sederhana.

2w_^

No comments:

Post a Comment