Sunday, February 24, 2013

Elemen visual: bayangan

Bayangan merupakan elemen visual yang mampu memberi kekuatan pada sebuah imaji atau sebaliknya, melemahkan/mengganggu satu kesatuan sebuah imaji. Seorang seniman asal Jepang, Kumi Yamashita, bergelut di sebuah aliran seni kontemporer, yaitu "Shadow Art".
Jauh sebelum fotografi lahir, bayangan menjadi sebuah elemen visual yang menarik pada setiap lukisan, baik lukisan landscape, fine art, maupun portrait. Dalam sebuah lukisan, bayangan bisa memberi dimensi realis dalam lukisan tersebut. Seiring perkembangan jaman, fotografipun tak luput dari bayangan. Banyak sekali fotografer yang suka memaksimalkan bayangan dalam sebuah jepretan. seperti Trent Parke, salah satu fotografer idola saya.
Foto ini bakal menjadi membosankan jika tidak ada bayangan, karena si Silver Surfer seakan menggenggam tangan dari bayangan orang pertama. 
Saya termasuk orang yang suka banyak elemen bayangan dalam jepretan saya. Beberapa minggu yang lalu saya melihat kembali foto-foto street yang ada di external HD, dan saya sadari bahwa saya sering sekali motret bayangan. Gampang-gampang susah motret dengan memasukkan elemen bayangan. Namun kesabaran dan keuletan mata melihat momen akan mempermudah kita mendapatkan foto bayangan yang unik. Terdapat beberapa hal yang harus kita ketahui:

Sumber Cahaya
Mengetahui sumber cahaya dan arah datangnya cahaya, akan mempermudah kita mengetahui jatuhnya bayangan. Artinya kita harus tahu seperti apa bayangan yang ada di pagi, siang atau sore hari jika sumber cahayanya adalah MATAHARI. Jika anda seorang fotografer wedding, maka jenis foto seperti ini bisa dibuat dengan teknik backlit (sumber cahaya ada dibelakang subjek).
Sebuah bayangan yang cukup besar tercipta saat matahari akan terbenam, karena setiap sore saya melewati tempat ini, jadi saya tahu seperti apa kualitas cahaya dan bayangan yang muncul tiap senja.
Sabar menanti
Bentuk bayangan yang unik sangat tergantung pada subjek yang menciptakan bayangan tersebut. Contoh dibawah ini adalah bayangan orang. Ketika mbak yang cakep ini tidak menoleh ke arah kanan, bayangan yang saya dapat tampak biasa saja. Namun ketika sabar menanti menunggu mbaknya menoleh, saya mendapat bayangan yang jauh lebih menarik, tekstur kepala, kacamata, hidung, bibir dan gestur tubuh terekam dalam satu jepretan.
Sabar menanti pasti membawa banyak perbedaan.
Background
Latar belakang kosong bisa menjadi menarik ketika terdapat bayangan di sana. Resep sabar menanti dan arah cahaya menjadi kombinasi yang cocok. Seperti contoh foto dibawah ini. Bayangan tiang lampu jalanan kurang memberi greget, lalu saya masukkan elemen bayangan manusia untuk mengisi kekosongan yang diciptakan oleh tembok tersebut.

Kesimpulan
Semua foto saya diatas sengaja saya bikin hitam putih, karena merupakan salah satu projek foto jangka panjang saya. Selain cekatan dalam membekukan sebuah momentum, kita juga harus memiliki kepekaan dan kejelian dalam menangkap bayangan.

Tetap semangat Ya

No comments:

Post a Comment