Tuesday, May 15, 2012

Elemen Fotografi: Cahaya

Ini nih elemen yang sangat amat vital dalam dunia fotografi, beliau adalah cahaya. Mengapa? Kita balik dulu ke pengertian fotografi. Berasal dari kata potos dan grapos, potos = cahaya; grapos = lukisan. Dua kata tersebut digabung menjadi fotografi yang artinya melukis dengan cahaya. Cahaya itu sumber inspirasi visual, ternyata sifat-sifat cahaya berikut ini adalah inspirasi berbagai teknologi di fotografi, monggo:

Absorsi: cahaya akan terserap ketika mengenai benda bernuansa gelap. Karena itulah kebanyakan sumber cahaya buatan (flash, strobo) di cat hitam.
Refleksi: cahaya yang ada akan terpantul apabila mengenai permukaan benda yang cenderung terang, maka terciptalah reflektor.
Reflaksi: cahaya akan mematah ketika terkena benda tembus pandang, maka lahirlah teknik foto2 still life gelas yang hanya terang di sampingnya aja.
Difusi: cahaya akan pendar/baur ketika terkena benda yang 1/2 tembus pandang, makanya lahirlah softbox.

Sumber cahaya wajib diketahui dan dikuasai. Matahari adalah sumber cahaya paling utama yang menerangi bumi ini. Waktu terbaik untuk mendapatkan cahaya matahari dengan spectrum warna yang baik adalah saat matahari mau terbit (kurang lebih subuh s/d jam 9) dan juga saat matahari mau tenggelam (pukul 17.00 s/d 18.30), singkatnya menjelang sunrise dan sunset. Ada yang mengistilahkan saat-saat tersebut sebagai Golden Hour atau Blue Hour. Cahaya memberi karakter pada setiap foto dengan efek-efek tertentu, sepeti siluet, gelap-terang, membentuk rim light, high key atau low key.
Pertanyaan yang mendasar adalah apakah foto itu harus terang semua? Ehmmmm... Saya pernah melontarkan pertanyaan ini ke siswa SMU, dan ada yang menjawab "Perlu Kak, kalo pas foto tidak terang ya kurang kelihatan raut rupawan kita Kak." Betul, namun semua tergantung maksud dan tujuan. Pas foto mutlak harus terang, seminim mungkin bayangan. Hukum alam mengatakan bahwa cahaya akan menimbulkan bayangan dari objek yang tidak tembus pandang. Akhirnya akan menimbulkan efek gelap-terang, seperti foto diatas. Dari foto diatas tampak banyak sekali daerah yang gelap, namun di sisi kanan foto terlihat satu orang saja yang terkena cahaya matahari.
Sumber cahaya lainnya adalah sumber cahaya buatan, seperti lampu neon, flash, lampu studio. Semua sumber cahaya tersebut mengadopsi matahari untuk menerangi sesuatu. Artinya posisi sumber cahaya buatan akan berada di atas. Contoh: Pernahkah anda melihat lampu kamar berada di bawah? Tidak kan? Lampu pijar/neon di kamar anda pasti berada di atas, karena menggunakan logika matahari. Seiring perkembangan teknologi fotografi, maka sumber lampu buatan (seperti flash dan lampu studio) memiliki arah cahaya dan karakter umum harus dimengerti:
Front light: cahaya dari depan, efek terhadap objek utama adalah objek tersebut akan datar/flat, kaku, memiliki kontras yang keras terhadap warna.
Side light: cahaya dari samping, efeknya adalah membentuk rim light, dimensional, tidak rata, membentuk karakter tertentu, memiliki soft kontras terhadap warna.
Back light:  cahaya dari belakang, efeknya akan membentuk rim light dari belakang, objek shape akan terlihat jelas, siluet, elegan, kontras terhadap warna.
Top light: cahaya dari atas, efeknya tampak anggun, agung, mewah, top rim, kontrasnya normal terhadap warna.
Bottom light: cahaya dari bawah, efeknya: misterius, mistis, susana banget gitu.
Foto Studio dengan menggunakan 1 lampu strobo (dengan softbox) sebagai sumber cahaya dan posisinya diatas (60 derajat menghadap ke objek utama). 
Memahami sumber cahaya, logika cahaya, arah cahaya dan karakter sumber cahaya akan membuat kita semakin baik dalam memotret, baik itu indoor atau outdoor.

Semoga bermanfaat,
2w_^

No comments:

Post a Comment