Monday, April 2, 2012

Fotografer muda, siapa Fotografer Idola kamu??

Para candu sepak bola sangat mengidolakan Messi dan Barcelona. Pecinta Rafael Nadal akan selalu nonton pertandingannya. Sebagai mantan striker futsal tim A sebuah perusahaan minyak, saya mengidolakan Del Piero dan Lionel Messi. Wajar jika saya nge-fans dengan mereka, selain paras wajah saya mirip dengan mereka, skill saya juga hampir (tidak ada apa2nya) sama mereka. Pasti kalo hobi bola punya pemain favorit, nahh kalo kita berprofesi sebagai fotografer, adakah idola Anda???


Di salah satu Kampus Putih di Indonesia, saya berkesempatan untuk mewawancarai belasan mahasiswa yang akan mengikuti sebuah Ekspedisi Fotografi. Masih ingat di otak saya, bahwa pertanyaan nomer 10 adalah Siapakah Fotografer Panutan/Idola Anda? 65% menjawab tidak punya idola, sisanya menjawab Arbain Rambey. Cukup mengejutkan bagi saya. Hanya muncul 1 nama. Saya pancing dengan pertanyaan Dari nama-nama inisial J berikut ini, siapakah yang anda kenali atau minimal pernah dengar: John Stanmeyer, Joey Laurence, Jeremy Cowart, James Natchwey, Jerry Aurum, Joe McNally, atau Jon Aribowo? 80% tidak tahu sama sekali nama-nama tadi, 17,5% menjawab Jerry Aurum, 2,5% menjawab Jon Aribowo. Padahal Jon Aribowo ini rekan kerjaku di studio wedding kami. Ya saya salut sama Jon Ar, ternyata rekan saya lebih terkenal daripada saya. Mengapa fotografer muda juga perlu punya seorang fotografer idola? Sewaktu kuliah saya dan teman-teman sering membahas foto-foto dari agensi foto Magnum dan VII, mulai dari Robert Cappa, James Natchwey, John Stanmeyer, sampai Antonin Kratochvil. Rekan saya yang kagum dengan James Natchwey sampai bela-belain cari film dokumenter James sampai ketemu. Dan kami pun nonton bareng film dokumenter tersebut.

Bagi saya John Stanmeyer itu seorang panutan dan idola saya. Bukan saya tunduk atau meniru segala yang John lakukan, namun mengambil semua nilai positif dari John selama saya bekerja dengan dia. Beberapa point yang bisa saya ambil dari seorang panutan/idola:

  1. Bagaimana dia menggapai cita-citanya. Cerita latar belakang ini menggugah diri kita untuk lebih maju, lebih berkembang, sebagai motivator dan catalist bung.
  2. Bagaimana cara kerja John. Dari semua file foto project yang saya manage, John itu seorang yang sangat sabar dalam menanti sebuah moment. Dia akan memotret lebih dari 20 frame dengan sudut yang dia rasa sangat menarik.
  3. Ilmu pengetahuan. John bukan hanya seorang fotografer, dia memiliki wawasan yang sungguh luas dan itu tercermin dalam setiap projectnya.
  4. Perfectsionis (bener to nulisnya??). Tak mudah puas dengan hasil yang bagus, harus terus diusahakan hasil yang luar biasa.
  5. Tak mudah menyerah. 
  6. Semua file terorganisir dengan sangat baik.
  7. Menjaga Network yang dimiliki.
  8. Disiplin, disiplin dan disiplin.

Semoga bermanfaat.
2w_^

No comments:

Post a Comment