Thursday, November 19, 2009

Ide Bisnis - Foto Wisuda

Event Tahunan yang Selalu Menguntungkan


Usaha ini pernah dilakoni oleh saya & istri di tahun 2003-2005. Saat itu kami tinggal di sebuah kota kecamatan kecil di Indramayu yang masih jarang studio foto. Namun demikian, tidak tertutup kemungkinan untuk dilakukan di mana pun, tentunya dengan teknik marketing yang bagus. :-)
Modal yang diperlukan:
  1. Perlengkapan Lapangan
    • kamera digital, tidak harus DSLR, saat itu kami pakai kamera poket 3 MP
    • Tripod merk apa saja yang penting kokoh
    • Kain polos berukuran 1,5 m x 2 m, cari bahan yang agak tebal untuk back-drop
    • Lampu sorot, namun jika tidak ada bisa dilakukan di luar ruangan atau gunakan mode slow-sync pada flash. Ada banyak kemungkinan untuk mengatasi kendala yang satu ini
    • bangku atau panggung kecil disesuaikan dengan keperluan
    • Toga, topi wisuda, gulungan sertifikat bersifat opsional, tapi rata-rata konsumen menyukainya. Bisa disewa dari salon atau persewaan
  2. Perlengkapan Editing (bisa sewa di warnet atau rental komputer
    • Komputer saat itu kami masih memakai Pentium 4
    • CD writer
    • CD blank
    • Software Image Editing

  3. Perlengkapan Cetak (bisa di-order atau bekerja sama dengan studio cetak foto terdekat)
    • Printer saat itu kami pakai Canon dengan tinta isi ulang
    • Laminasi press kami pakai yang berukuran A4
    • Photo paper atau Ink-jet paper ukuran A4
    • Laminating sheet sesuai selera
    • Frame sesuai selera

Konsumen kami saat itu cukup banyak, sekolah-sekolah dari TK sampai SMP (anak-anak SMA biasanya membuat panitia sendiri). Harga yang kami tawarkan saat itu adalah Rp 150,000 per anak, dengan paket yang diperoleh setiap anak adalah:
  1. 1 buah foto diri
  2. 1 buah foto bersama orang tua
  3. 1 buah foto bersama sekelas (termasuk wali kelas & kepala sekolah

dengan pendekatan ke panitia lulusan atau kepala sekolah, kita bisa memperoleh 60-100 pelanggan di tiap sekolah. Cukup dengan memberikan foto bersama gratis ukuran A4 yang sudah berbingkai untuk kepala sekolah & para walikelas.
Biaya produksi keseluruhan saat itu hanya sekitar Rp 65.000 per anak. Pada tahun 2003, kami mencetak sendiri foto-foto itu, namun pada tahun 2004 dan 2005, pencetakan kami serahkan ke Studio Foto di Bandung yang kualitasnya tidak diragukan. anggaran biaya produksi memang naik menjadi rp 75.000/ anak (naik Rp 10.000 per anak) tapi kami dapat menghemat tenaga & memepercepat proses karena hanya berkonesentrasi pada pemotretan & editing.
Tantangannya adalah: Foto-foto itu harus selesai dalam waktu maksimal 3 minggu sejak pemotretan dilakukan. Dengan kecepatan proses editing rata-rata proses 16 anak per hari (= 48 foto), biasanya dalam setiap event kami hanya mengambil 3 sekolah saja.
Perhitungan kasarnya:
  • 3 sekolah @80 anak = 240 anak
  • 240 anak = 720 foto untuk diedit
  • Waktu proses editing maksimal 15 hari = 48 foto per hari
  • waktu proses cetak maksimal 5 hari
  • Pendapatan 240 x Rp 150.000 = 36.000.000
  • Biaya produksi 240 x Rp 75.000 = Rp 18.000.000
  • Biaya operasional sekitar Rp 2.000.000
  • Keuntungan bersih Rp 36.000.000 - (Rp 18.000.000 + Rp 2.000.000) = Rp 16.000.000

TipsLakukan survei sebelum pemotretan untuk:
  • Memperoleh ruang yang tepat. sebaiknya aula yang terbuka yang beratap (aula)
  • Lakukan percobaan pemotretan dengan beberapa setting untuk memperoleh setting paling tepat & meminimalisasi proses editing
  • Usahakan cahaya alami datang dari samping
  • Hindari cahaya terang dari belakang (backlight)
  • Gunakan tripod
  • Atur waktu pemotretan dengan guru & kepala sekolah, waktu yang paling pas adalah saat gladi resik (beberapa hari sebelum kelulusan)
  • Atur tahapan pemrosesan dengan jadwal ketat agar tidak menumpuk

Semoga bermanfaat

No comments:

Post a Comment